Press "Enter" to skip to content

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

kupas bisnis 0

Kupas Bisnis – Artikel Bisnis , Peluang Usaha, UMKM, Wiraswasta – Penjelasan Mengenai Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), Apa itu SIUP? Apa saja jenis-jenis SIUP dan bagaimana cara membuatnya?

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) merupakan surat yang diterbitkan oleh pemerintah agar pelaku usaha bisa melakukan aktivitas atau kegiatan usaha perdagangan. Ini berarti, setiap individu, kelompok atau perusahaan wajib memperoleh SIUP. Surat ini diterbitkan oleh pemerintah daerah berdasarkan domisili perusahaan. Ini berlaku di seluruh wilayah Republik Indonesia.

Ada beberapa jenis SIUP serta ketentuan khusus seperti surat izin pada umumnya. Ada pula syarat administratif yang berbeda-beda untuk menerbitkan SIUP. Hal-hal tersebut perlu dipahami oleh setiap calon pemohon agar tidak menyalahi aturan serta mendapatkan SIUP sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Untuk lebih jelasnya mengenai SIUP, bisa disimak informasi di bawah ini.

Definisi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)

Seperti disinggung di atas, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) merupakan surat surat izin agar pelaku usaha bisa melaksanakan usaha perdagangan. SIUP wajib dimiliki oleh orang, badan atau perusahaan yang memiliki usaha khusus perdagangan.

Fungsi utama dari adanya SIUP terutama bagi para pelaku usaha perdagangan adalah sebagai bukti bahwa usaha perdagangannya telah sah secara hukum. Tidak hanya pelaku usaha perdagangan skala besar saja yang membutuhkan SIUP, namun juga pelaku usaha kecil menengah. Hal ini bertujuan agar usahanya tidak hanya mendapatkan pengesahan, namun juga pengakuan dari pemerintahan.

Hal-hal tersebut di atas bermanfaat untuk menghindari masalah yang dapat mengganggu berjalannya usaha di kemudian hari. Sekarang, jelas sudah betapa pentingnya untuk mendapatkan SIUP ini bagi setiap pelaku usaha perdagangan.

Manfaat SIUP

Bagi pelaku usaha yang telah mendapatkan SIUP, mereka akan mendapatkan beberapa keuntungan. Salah satu keuntungannya adalah sebagai alat pengesahan dari pemerintah yang berarti perizinan usaha tidak menjadi masalah karena sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Ada juga keuntungan lainnya yaitu dengan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) maka perusahaan bisa melakukan kegiatan usaha perdagangan baik impor maupun ekspor. Hal ini tentu sangat krusial, apalagi bagi perusahaan yang akan segera melebarkan bisnisnya. Bagi perusahaan besar, tentu ini merupakan kunci utama aktivitas perdagangan antar negara bisa terjadi.

Keuntungan terakhir adalah memenuhi syarat dasar untuk mengikuti lelang dari pemerintah. Pemerintah sering kali mengadakan lelang dan untuk bisa mengikutinya syarat yang diajukan adalah memiliki SIUP. SIUP sangat penting bagi proses lelang sebagai data yang mungkin ke depannya akan digunakan jika terjadi masalah pada barang lelang.

Jenis-jenis SIUP

SIUP dibagi menjadi beberapa jenis, setidaknya ada 4 jenis SIUP yang ada di Indonesia. Keempat jenis SIUP adalah SIUP Mikro, SIUP Kecil, SIUP Menengah dan SIUP besar. Penjelasan masing-masing jenis SIUP ada di bawah ini.

SIUP Mikro merupakan SIUP yang diberikan untuk perusahaan mikro dengan modal dan kekayaan seluruhnya tidak lebih dari nominal Rp 50 Juta. Jika lebih dari Rp 50 Juta maka masuk jenis SIUP kecil dengan catatan modal perusahaan dan kekayaan bersih kurang dari Rp 500 Juta.

Untuk jenis ketiga yaitu jenis Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) Menengah merupakan SIUP yang wajib dimiliki oleh pelaku perdagangan yang memiliki kekayaan serta modal lebih dari Rp 500 Juta, namun tidak lebih dari Rp 10 Milyar.

Jenis SIUP keempat yaitu SIUP Besar yang mana wajib dimiliki oleh perusahaan perdagangan yang memiliki modal sekaligus kekayaan pribadi bersih lebih dari RP 10 Milyar secara menyeluruh.

Perlu diperhatikan bahwa untuk kekayaan diatas merupakan kekayaan bersih atau netto. Untuk nominal masing-masing kategori, perlu dipahami bahwa nominal tersebut tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

Siapa yang mengeluarkan SIUP?

Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) seperti disinggung di atas dikeluarkan oleh pemerintah secara khusus melalui Kepala Kantor Perindustrian Tingkat II atau setingkat Kabupaten atau Kota atas nama menteri. Namun kantor tingkat II hanya menerbitkan SIUP perusahaan kecil dan menengah.

Untuk perusahaan besar, SIUP diterbitkan oleh Kepala Kantor Perindustrian dan Perdagangan Daerah Tingkat I atau Provinsi atas nama menteri. Jadi, sebelum melakukan permohonan pemohon diharapkan teliti mengenai golongan perusahaan dagang yang akan didaftarkan usahanya untuk mendapatkan SIUP.

 Syarat administrasi SIUP

Untuk mendapatkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), ada syarat-syarat dokumen yang harus dipersiapkan terlebih dahulu. Perlu diingat bahwa persyaratan untuk individu, PT, koperasi maupun perseroan terbuka berbeda-beda. Jadi, pemohon harus memahami ini agar tidak salah dalam memproses SIUP nantinya.

Untuk mengurus SIUP bagi perusahaan perseorangan, syarat administrasinya meliputi fotocopy KTP, fotocopy NPWP, surat keterangan domisili yang bisa diperoleh di kelurahan atau kecamatan, neraca perusahaan, materai, foto pemilik perusahaan serta izin lain terkait usaha yang dijalankan jika ada.

Sedangkan untuk PT dan lainnya, perlu beberapa dokumen tambahan meliputi fotokopi akta pendirian PT, Surat HO, serta dokumen lain yang berkaitan dengan perizinan berdirinya usaha dagang tersebut.

Cermati dengan baik syarat-syarat administrasi yang perlu dipersiapkan agar pemrosesan SIUP berjalan dengan cepat.

Prosedur pembuatan SIUP

Untuk membuatnya, kunjungi kantor seperti yang telah disebutkan diatas. Pastikan mengunjungi kantor sesuai jenis SIUP. Kemudian ambillah formulir pendaftaran atau surat permohonan untuk membuat Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) di kantor tersebut.

Formulir harus diisi dan ditandatangani. Pastikan bahwa formulir diisi dengan benar dan lengkap sehingga bisa dipertanggungjawabkan. Untuk melakukan tanda tangan harus diatas materai RP 6000. Kemudian fotocopy formulir tadi dan bayar tarif sesuai jenis SIUP yang dipilih.

Setelah membayar, tugas terakhir adalah mengambil SIUP yang sudah jadi. Proses pengambilan biasanya berbeda dari 3 hingga 12 hari kerja. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor seperti banyaknya permintaan. Pemohon yang disetujui biasanya akan mendapatkan informasi mengenai waktu pengambilan SIUP.

Sebagai tambahan informasi, perlu diketahui bahwa di beberapa tempat kini biaya perizinan sudah digratiskan. Pemohon diharapkan datang sendiri tanpa diwakilkan agar SIUP sesuai kebenarannya. Jika calon pemohon ragu akan syarat yang mungkin berubah, dapatkan informasinya langsung dari kantor yang tersebut di atas. Dengan menghubunginya, maka informasi yang didapat lebih akurat.

Berapa lama Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) berlaku? SIUP berlaku selama perusahaan perdagangan tersebut masih menjalankan kegiatan usahanya sesuai dengan aturan. Setiap pemilik SIUP wajib melakukan daftar ulang SIUP setiap 5 tahun sekali.

Ketidaktepatan data yang dimasukkan, tidak registrasi ulang serta menghentikan usaha berakibat pada tidak berlakunya SIUP. Hal ini perlu dipahami bagi semua yang mendapatkan SIUP. Setelah SIUP didapatkan, diharapkan usaha perdagangan dapat dimaksimalkan. Selain agar menggerakkan roda ekonomi daerah, juga agar memperoleh pendapatan baik untuk perusahaan maupun daerah itu sendiri.

Informasi di atas diharapkan dapat menambah pengetahuan mengenai SIUP beserta ketentuan-ketentuannya. SIUP wajib dimiliki dan sebelum melakukan permohonan, sangat penting untuk memahami SIUP itu sendiri agar mendapatkannya sesuai dengan hukum yang berlaku. Mengetahui syarat-syarat untuk menerbitkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) juga akan membantu untuk mempersiapkan dokumen yang sebenar-benarnya sehingga tidak melakukan pelanggaran hukum dalam mendapatkan surat izin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *