Press "Enter" to skip to content

Surat Izin Mendirikan Bangunan – Bagaimana Cara Mengurus IMB?

kupas bisnis 0

Kupas Bisnis – Artikel Bisnis , Peluang Usaha, UMKM, Wiraswasta – Bagaimana Cara Mengurus Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB)? Cara Mengurus Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), Syarat Membuat Izin IMB Rumah Tinggal, Cara Mengurus IMB secara konvensional, Cara Mengurus IMB secara online, IMB Bangunan Baru, IMB Bangunan Lama, IMB Renovasi Bangunan

Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) adalah surat yang isinya menyatakan adanya izin yang telah diberikan oleh seseorang untuk membangun bangunan baru, mengubah, mengurangi, memperluas, atau merawat suatu bangunan dengan suatu syarat teknis dan syarat administratif yang berlaku.

Jadi, seseorang harus memperhatikan adanya IMB ketika akan membangun ataupun merenovasi suatu bangunan miliknya. Hal tersebut sesuai dengan landasan hukum yang ada pada UU nomor 28 tahun 2002. Dalam UU tersebut disebutkan bahwa untuk membangun gedung di Indonesia, seseorang harus mengantongi izin terlebih dahulu.

Manfaat mempunyai surat Izin Mendirikan Bangunan

Ada beberapa manfaat bagi Anda yang memiliki IMB sebelum membangun suatu gedung. Manfaat tersebut yaitu:

  1. Adanya perlindungan hukum terhadap gedung atau bangunan yang Anda bangun yang mana dipastikan bangunan tersebut tidak mengganggu atau merugikan kepentingan orang lain.
  2. Dapat meningkatkan nilai jual suatu bangunan apabila Anda ingin menjualnya.
  3. IMB bisa digunakan sebagai jaminan pinjaman uang
  4. Menjadi syarat ketika akan melakukan transaksi jual beli rumah atau bangunan
  5. Bisa dijaminkan untuk kredit di bank
  6. Dapat meningkatkan status tanah

Syarat Membuat Izin IMB Rumah Tinggal

Bagi Anda yang ingin membangun rumah baru, sebaiknya segera urus IMB. Jika tidak memiliki IMB, pemilik bangunan bisa memperoleh sanksi. Bisa berupa penghentian sementara pembangunan, pembongkaran bahkan denda sejumlah uang tertentu. Jadi, sebelum Anda tekena sanksi tersebut, sebaiknya segera urus IMB.

Anda harus menyiapkan beberapa dokumen jika ingin mengurus surat IMB. Beberapa dokumen yang diperlukan untuk mengurus surat izin tersebut yaitu:

  1. Formulir permohonan IMB
  2. Fotokopi Karu Identitas Penduduk (KTP) pemohon
  3. Fotokopi NPWP
  4. Fotokopi surat kepemilikan tanah, bisa berupa sertifikat tanah atau kartu kavling yang telah dilegalisasi.
  5. Surat yang menyatakan bahwa tidak ada sengketa tanah
  6. Fotokopi bukti pembayaran PBB tahun yang berjalan
  7. KRK atau Ketetapan Rencana Kota dari PTSP sebanyak 7 lembar
  8. Gambar rencana konstruksi bangunan minimal 7 set
  9. Surat persetujuan tetangga (apabila bangunannya berhimpitan dengan tetangga)
  10. Surat perjanjian penggunaan lahan tanah, khusus bagi yang mendirikan bangunan bukan di atas tanah sendiri
  11. SPK atau surat perintah kerja apabila pembangunan gedung dilakukan secara borongan
  12. Data dari hasil penyelidikan tanah yang akan dibangun gedung

Itulah beberapa dokumen yang perlu dipersiapkan apabila Anda ingin mendirikan bangunan rumah baru.

Sebelumnya, pengurusan IMB dilakukan oleh Dinas Tata Ruang dan Dinas Pengawasan dan Penerbitan Bangunan. Akan tetapi, mulai Desember 2014, kini dialihkan ke BTSP (Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu). Proses penyelesaian pembuatan IMB ialah sekitar 20 sampai 21 hari.

Untuk biayanya, masing-masing daerah berbeda-beda. Biaya akan lebih mahal untuk daerah perkotaan seperti Jakarta. Itu karena di kota tersebut sudah penuh akan bangunan sehingga mendapatkan tanah kosong sulit.

Hal-hal yang mempengaruhi biaya IMB, yaitu:

  • Luas bangunan
  • Indeks konstruksi
  • Indeks lokasi
  • Indeks fungsi
  • Tarif dasar

Rumus menghitung biaya IMB yaitu: tarif dasar daerah x indeks konstruksi x indeks lokasi x indeks fungsi x tarif dasar.

Bagaimana prosedur atau cara mengurus IMB untuk bangunan baru?

Jika semua dokumen yang diperlukan untuk mengurus IMB sudah lengkap, Anda bisa segera mengajukan permohonan Anda ke pemerintah yang bersangkutan. Anda akan diberikan formulir pendaftaran, kemudian dikenakan biaya pengukuran.

Biaya pengukuran masing-masing daerah berbeda. Setelah pengukuran selesai, Anda akan mendapatkan surat izin pengukuran. Biasanya pengukuran selesai dalam waktu kurang lebih 1 minggu.

Setelah itu, Anda bisa meminta surat persetujuan gambar konstruksi bangunan. Surat ini menjadi dokumen penting yang digunakan untuk mengurus IMB. Setelah gambar konstruksi ini disetujui, Anda akan mendapatkan surat izin pembangunan atau IP.

Surat ini menyatakan bahwa Anda boleh mendirikan rumah impian Anda sembari menunggu surat Izin Mendirikan Bangunan terbit. Usai proses pengukuran selesai, Anda bisa meminta persetujuan atas gambar konstruksi.

Langkah Membuat IMB rumah tinggal

Cara mengurus IMB bisa dilakukan baik secara konvensional maupun online.

Cara Mengurus IMB secara konvensional

Jika ingin mengurus surat IMB secara konvensional, berikut ini caranya:

  • Siapkan semua persyaratan dokumen yang dibutuhkan
  • Anda bisa datang langsung ke loket Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) kecamatan jika luas bangunan di bawah 500 m2.
  • Proses pembuatan akan cepat selesai jika semua dokumen telah lengkap. Namun, bila ada beberapa dokumen yang belum dimiliki seperti gambar arsitektur bangunan, petugas siap membantu Anda.
  • Tunggu pemeriksaan dokumen selama 7 sampai 14 hari kerja
  • Silahkan membayar retribusi IMB
  • Setelah itu, izin mendirikan bangunan akan keluar setelah 7 hari.

Cara Mengurus IMB secara online

Untuk wilayah Jakarta dan Bandung, Anda juga bisa mengurus IMB dengan cara online untuk menghemat tenaga dan waktu. Anda tak perlu antre untuk datang ke loket Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Caranya yaitu:

  • Scan semua dokumen yang diperlukan
  • Lalu, kunjungi web go.id untuk wilayah Jakarta dan dpmptsp.bandung.go.id untuk wilayah Bandung.
  • Silahkan daftar ke situs tersebut, kemudian login
  • Pilih salah satu antara IMB rumah tinggal atau non rumah tinggal. Lalu, unggah gambar bangunan
  • Unggas semua dokumen yang telah Anda scan, dan isi data
  • Anda bisa membayar retribusi di Bank DKI jika tinggal di Jakarta
  • Scan dan unggah bukti pembayaran ke situs web
  • Tunggulah sampai ada pemberitahuan masuk melalui email

Inilah Perbedaan Tujuan Saat Mengurus IMB

Anda harus tahu bahwa saat mengurus IMB, ada perbedaan ketentuan berdasarkan tujuan pengurusan. Seperti misalnya IMB untuk mendirikan bangunan baru, renovasi ataupun untuk rumah lama. Berikut ini detail informasi mengenai hal tersebut.

  • Bangunan Baru

Jika Anda ingin mengurus IMB untuk bangunan baru, Anda bisa melakukan proses pembangunan setelah adanya IMB. Saat melakukan pembangunan, sebaiknya fotokopi IMB atau papan kuning IMB dipasang di lokasi pembangunan. Anda harus melakukan pembangunan sesuai dengan apa yang tercantum pada IMB, jika ada perubahan atau penambahan, maka Anda harus mengajukan IMB kembali.

  • Bangunan Lama

Jika rumah lama yang Anda tinggali belum mendapatkan surat IMB, sebaiknya Anda segera mengurusnya. Caranya ialah datang langsung ke loket di kecamatan. Adapun syarat untuk mengajukan IMB bangunan lama berbeda tergantung ketentuan masing-masing daerah.

  • Renovasi Bangunan

Tak hanya mendirikan bangunan baru, saat melakukan renovasi rumah Anda juga harus memiliki surat IMB. Hal ini sesuai dengan ketentuan pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Thn 2010.

Jenis renovasi rumah yang perlu mengurus IMB ialah adanya penambahan jumlah ruangan seperti membangun kamar, memperluas dapur dan sebagainya. Jika renovasi hanya dalam bentuk kecil saja, tidak perlu mengurus IMB.

Sekarang, Anda sudah tahu bukan langkah untuk mengurus IMB? Jika Anda tinggal di Jakarta atau Bandung, Anda bisa memilih ingin mengurus melalui cara online atau konvensional. Siapkan segala dokumen yang dibutuhkan secara lengkap agar proses pembuatan IMB bisa selesai lebih cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *