Press "Enter" to skip to content

Cara Melakukan Permohonan Izin BPOM

kupas bisnis 1

Kupas Bisnis – Artikel Bisnis , Peluang Usaha, UMKM, Wiraswasta –Ini Dia Cara Melakukan Permohonan Izin BPOM

Seiring dengan perkembangan jaman, gaya hidup seseorang semakin meningkat. Tingkat konsumsi mereka juga ikut meningkat. Hal tersebut diiringi dengan perkembangan bermunculan banyaknya jenis produk di pasaran. Seringkali suatu iklan mempromosikan produk secara berlebihan sehingga meningkatkan konsumsi walaupun itu kurang rasional. Tidak semua konsumen memiliki pengetahuan yang baik akan keamanan suatu produk yang ia konsumsi. Nah, untuk melindungi kepentingan konsumen, maka diperlukan suatu izin BPOM.

Hal tersebut sesuai dengan PP No 69 tahun 1999 tentang label dan iklan pangan. Peredaran produk pangan di pasaran diawasi oleh pemerintah sehingga dipastikan semua produk yang dipasarkan aman dikonsumsi oleh konsumen. BPOM adalah suatu badan yang memiliki tugas mengawasi peredaran makanan dan obat-obatan di seluruh wilayah Indonesia. Dengan adanya badan ini, maka peredaran makanan, minuman ataupun obat-obatan benar-benar diawasi sehingga kepentingan konsumen diperhatikan. Semua itu dilakukan demi keselamatan, keamanan dan kesehatan konsumen.

Fungsi Badan POM

BPOM memiliki beberapa fungsi sebagai berikut ini:

  1. Sebagai bentuk pengaturan, standarisasi dan regulasi.
  2. Sebagai lisensi atau sertifikasi mengenai cara produksi yang baik.
  3. Sebagai evaluasi produk sebelum siap diedarkan ke masyarakat luas, apakah layak atau tidak
  4. Memberikan edukasi, informasi dan komunikasi kepada masyarakat luas termasuk adanya peringatan untuk tidak menggunakan suatu produk berbahaya
  5. Pre audit dan pasca audit terhadap iklan suatu produk yang sudah dipasarkan
  6. Sebagai post marketing Vigilans. Maksudnya yaitu memeriksa sarana produksi dan distribusi, menguji sample di laboratorium, dan melakukan penyidikan serta penegakan hukum terhadap produk.

Jenis Nomor Pendaftaran

Setelah mendapatkan izin BPOM, pada kemasan produk biasanya ada beberapa jenis label kode, yaitu SP, MD dan ML. Setiap kode memiliki maksud tertentu dan ditujukan untuk suatu jenis produk yang berbeda.

SP diberikan untuk penguasa kecil yang diberikan penyuluhan oleh Dinas Kesehatan. Kemudian, MD merupakan produsen makanan dan minuman tingkat skala sedang yang bisa mengikuti syarat keamanan yang telah diatur oleh pemerintah. Dan yang terakhir ialah ML, yang diberikan khusus produk impor.

Proses pendaftaran Izin BPOM

Badan POM menangani semua produk makanan dan minuman yang beredar di seluruh wilayah Indonesia. Baik itu produk lokal maupun impor, semuanya diawasi oleh Badan POM dengan ketat demi keamanan konsumen.

Untuk jenis produk lokal, pengurusan izin badan POM bisa dilakukan dengan syarat harus mengantongi izin dari Departemen Perindustrian dan Perdagangan terlebih dahulu. Untuk pengambilan formulir pendaftaran, Anda bisa datang ke Tata Usaha Direktorat Penilaian Keamanan Pangan, Badan POM, Gedung D Lantai III. Alamatnya ada di Jalan Percetakan Negara No 23 Jakarta Pusat, Telp. 021-4245267. Setelah mendapatkan formulir, isi dengan lengkap. Kemudian serahkan kembali formulir yang telah diisi dengan data diri yang valid beserta contoh produk yang Anda miliki.

Nantinya, Anda akan mendapatkan penilaian keamanan pangan sehingga nomor pendaftaran keluar.

Penilaian pangan dibedakan menjadi dua yaitu:

  • Penilaian umum

dikhususkan untuk produk yang memiliki resiko tinggi dan sebelumnya produk ini belum pernah mendapatkan nomor pendaftaran

  • Penilaian One Day Service.

Dikhususkan untuk produk yang memiliki resiko rendah dan sebelumnya sudah pernah mengantongi nomor pendaftaran

Untuk mendapatkan penilaian tersebut, berikut ini ada langkah detailnya berdasarkan kategori produk.

  1. Produk dalam negeri

Untuk produk MD (skala sedang), berikut ini syarat pendaftaran penilaian umum dan One Day Service.

  • Fotokopi izin industri yang berasal dari BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal) atau Departemen Perindustrian dan Perdagangan.
  • Hasil penelitian dari laboratorium (asli) terhadap produk yang diusulkan
  • Contoh produk beserta rancangan label
  • Formulir pendaftaran
  • Lampiran surat persetujuan produk yang sudah mendapatkan ijin sebelumnya (ini khusus untuk produk ODS)

Semua dokumen dibuat rangkap 4, karena 1 dipegang Anda sendiri selaku pemohon, kemudian 3 diberikan kepada petugas.

  1. Produk Luar Negeri

Berikut ini syarat pendaftaran umum dan ODS untuk produk impor (ML):

  • Surat keterangan dari pabrik asal (asli dan lampirkan juga fotokopi)
  • Sertifikat Health dari instansi yang berwenang negara asalnya (asli dan lampirkan juga fotokopinya)
  • Hasil penelitian dari laboratorium mengenai kandungan gizi, label, cemaran logam, dan cemaran mikrobiologi, serta uji kimia.
  • Contoh produk dan rancangan label yang akan dipasarkan
  • Formulir pendaftaran

Khusus untuk One Day Service, lampirkan label yang sudah mendapatkan nomor pendaftaran.

Pendaftaran BPOM

  1. Produk Makanan Dalam Negeri

Apakah Anda memiliki produk makanan buatan dalam negeri yang ingin didaftarkan BPOM ? Ada beberapa dokumen yang harus diserahkan ke Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan. Semua dokumen harus rangkap 3. Berikut ini rinciannya:

  1. Permohonan pendaftaran

Lampirkan formulir A, B, C, D beserta lampiran beberapa dokumen pendukungnya.

  1. Formulir A (diklip di form A)

Beberapa dokumen yang diperlukan ialah:

  • Sertifikat merek dari Departemen Kehakiman. Dokumen ini sifatnya tidak wajib. Boleh dilampirkan jika ada.
  • Rancangan label sesuai dengan yang akan dipasarkan untuk produk tersebut
  • Fotokopi surat dari Badan Perindustrian RI
  • Surat pemeriksaan BPOM jika sudah diperiksa
  • Fotokopi izin produksi farmasi dan sertifikat cara pembuatan obat yang baik (khusus produk suplemen makanan)
  • Sertifikat SNI dari Deperindag (produk air minum kemasan dan garam)
  • Surat keterangan pabrik asal (untuk produk yang dikemas kembali)
  • Surat keterangan lisensi pabrik asal (untuk produk jenis lisensi)
  1. Formulir B (diklip di form B)

Kelengkapan dokumen yang harus dipersiapkan adalah:

  • Keterangan mengenai bahan baku dan bahan tambahan makanan yang digunakan untuk membuat produk tersebut
  • Asal pembelian bahan baku dan bahan tambahan
  • Standar yang digunakan oleh pabrik pembuat
  • Sertifikat wadah dan tutup
  • Uji kemasan untuk produk suplemen makanan
  1. Formulir C (diklip di form C)
  • Jalannya proses produksi dari bahan baku sampai jadi
  • Sanitasi pabrik dan pegawai
  • Peta lokasi pabrik
  1. Formulir D (diklip di form D)
  • Struktur organisasi
  • Sistem pengawasan sarana, alat, dan mutu
  • Hasil analisa produk berupa pemeriksaan kimia, BTM (tergantung jenis makanan), fisika, cemaran logam dan cemaran mikroba .
  • Hasil uji laboratorium. Apabila menggunakan lab sendiri, maka harus dilampirkan metode dan prosedur analisa lengkap dengan daftar peralatan laboratorium. Lalu, jika dilakukan di lab pemerintah atau yang sudah terakreditasi, lampirkan metode yang dipakai untuk melakukan penelitian.
  • In process control dalam hal pengawasan mutu proses produksi produk tersebut
  1. Pendaftaran Makanan Impor

Apabila Anda ingin mendaftarkan produk makanan impor, Anda juga harus mengirim dokumen-dokumen penting ke Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan masing-masing 3 rangkap. Berikut ini detailnya:

  1. Permohonan pendaftaran

Jika ingin mendaftarkan produk makanan dalam negeri, yaitu terdiri dari formulir A, B, C, D dari pabrik asal yang telah dilegalisir.

  1. Formulir A (diklip di form A)
  • Sertifikat merek
  • Sertifikat kesehatan dari negara asal, bisa asli atau fotokopi yang sudah dilegalisir.
  • Sertifikat keterangan hasil bebas radiasi
  • Surat penunjukkan yang berasal dari pabrik asli, bisa asli atau fotokopi yang sudah dilegalisir.
  • Rancangan label sesuai dengan yang akan digunakan untuk pemasaran
  1. Formulir B (diklip di form B)
  • Komposisi produk dari pabrik
  • Spesifikasi asal bahan baku dan BTM dari pabrik pembuat
  • Sertifikat wadah dan tutup
  • Standar pabrik
  • Uji kemasan dan pemberian bahan baku, khusus untuk suplemen makanan
  1. Formulir C (diklip di form C)
  • Proses produksi dari bahan baku sampai jadi
  1. Formulir D (diklip di form D)
  • Sistem pengawasan mutu
  • Hasil analisa produk berupa pemeriksaan kimia, BTM (tergantung jenis makanan), fisika, cemaran logam dan cemaran mikroba .
  • Hasil uji laboratorium. Apabila menggunakan lab sendiri, maka harus dilampirkan metode dan prosedur analisa lengkap dengan daftar peralatan laboratorium. Lalu, jika dilakukan di lab pemerintah atau yang sudah terakreditasi, lampirkan metode yang dipakai untuk melakukan penelitian.
  • In process control dalam hal pengawasan mutu proses produksi produk tersebut

Itulah tahapan cara mengurus permohonan surat izin BPOM.  Jika Anda memiliki suatu produk yang akan dipasarkan, maka Anda wajib mendaftarkan ke BPOM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *